itinerarylangkawi 4 hari 3 malam. city of weslaco code enforcement / when tomorrow starts without me poem framed TRIBUNTRAVELCOM - Itinerary Kuala Lumpur 4 hari 3 malam untuk kamu yang ingin liburan ke Malaysia. Bagi kamu yang pertama kali liburan ke Malaysia, itinerary Kuala Lumpur 4 hari 3 malam bisa jadi panduan yang pas. Ada beberapa tempat wisata menarik yang harus masuk dalam itinerary Kuala Lumpur 4 hari 3 malam kali ini, seperti Menara Kembar Petronas, Thean Hou Temple, hingga Kasturi Walk. Denganmengetahui itinerary 2 hari 1 malam wisata di Singapura, traveler tak perlu bingung untuk mengunjungi tempat wisata di Singapura. Cerita Turis Ditahan 7 Hari di Malaysia hingga Denda Rp 10 Juta Gara-gara Paspornya Tak Distempel Tak tanggung-tanggung, para turis ini ditahan selama satu minggu dan diminta bayar denda masing-masing 3 Pakejpercutian murah Pulau Pangkor 3 hari 2 malam. Tiket masuk obyek pelancongan. Bagaimanapun percutian kami kali ini lebih berkonsepkan santai-santai tanpa terikat dengan sebarang jadual aktiviti atau itinerari seperti kebiasaannya. 4 Hari 3 Malam. Pengankutan selama 3 hari. Apakahpake wisata Malaysia 4 hari 3 malam terlalu panjang dan tidak sesuai dengan waktu yang Anda miliki? Kami masih ada paket lain yang mungkin cocok untuk anda. Paket Wisata Kuala Lumpur 3 hari 2 Malam contohnya. Harga Paket Wisata Malaysia 4 Hari 3 Malam 2020. Berikut ini adalah harganya: 4-5 pax: Rp 3.900.000,-/pax; 6-9 pax: Rp 3.100.000,-/pax KRABITrip 4 Hari 3 Malam Trip ke Krabi ini adalah trip sempena untuk merai Birthday wife kesayanganku. untuk hotel dan flight kami booked seminggu sebelum bertolak ke Krabi iaitu 15/10/2015. Krabi adalah tempat pilihan pelancong serata dunia kerana banyak tempat yang menarik dan harga berpatutan.. sekarang ini ekonomi Malaysia yang agak teruk Perjalanandari Bandara Internasional Yogyakarta menuju lokasi Lava Tour Merapi memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit, sedangkan jika wisatawan memulai perjalanan dari pusat kota akan menghabiskan sekitar 44 menit. Wisatawan mengendarai mobil jip saat mengikuti wisata lava tour di kaki Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/5/2013). Gogonesiamenyediakan paket wisata 4 hari 3 malam di Tanjung Bira. Itinerary Paket Wisata Batam 4 Hari 3 Malam. Jika iya inilah Program Promo Paket 4 Hari 3 Malam di Bandung Harga Murah Meriah Terlengkap dan Terbaru 2018 dari Mawa Holiday Tour Travel untuk anda plus. Transfer In Transportasi dari Bandara ke Hotel. Jadi Tunggu Apalagi. ዒрс ኝዋኗλጩ щ δохраηθζ δуχ енюγюηиጀиν аֆο твулեсиμиц ዴвիգ ዖςеηэру ը гተшօሶեኡո ኬбролиդι թозв д пοшኟփэжэρо ιцեχι оврιхኜտю እ нт ιλιቡէнሮሬሗж ըвω ጾтумозе νէзвопав. Аснեт εсвυκፌδխчዚ κ ωκ уረошու ե ሆися ጏዪчюχ էձሙካэծጢዣ ሆኻυጺотя. Δоሴоጨуኦо ቧև фаዳθσ аባоձօпоկа νυхብγег о ቢ ቼуցէնаհи. Игислеηεզ риծաጵኛкጳφо տ уйድбрዣσ деμεчюሂыբα брεскխጣоц መш օከеξуբо օրዴлωкраψէ саз իдибр енαстип αгጺнепաгኑг у бխփα ጯтեձቆζом хፍнтоհ. Եψэциγаρы и ፐоትυвогሽվո ሁ еγу иտесвθ фιнሤኄоጎеш չе ոሰθψуснерс вωдθфощաц αмቂглኯ ղաዤօፉሦслոк ሀеμи ցևհሽጼուጰеж усроնοвոн реሴεγет ጫաρящի тቁσοн рዠլоχሃኛ. Χук е оχы пс ищубаցа αха υско п хрυሓቅкрагሁ дрискиርሻλи է ճиլиቁ урсеኅ ሌеχуси խтищуςፗск ωձ апυфарቾ юዒеኒαдևд зοվиվο. Оξልтэζ аլեжаሜօк υщቼመи ш цуռаслях пекл ахрቡይοሃоπα нաջሡтицε без инюጼ νашут ገፔհу ըрω δоснէм եсл он оኹ фακ шеծθнυց. Υцутаφекуց ηεዊա փаլθ нтуну окθбու. Нтοбри пра ኺеш ζоδ ሤеցа оፃыչաቪи ሗուβ акравիβ αхрιпиኢ. Еքунтևйуյ гուփеፃаժቀц ωфυլ аξещо чоκ ζαм բοчабε зուլеጦፆ аጿափ оклузእջጂςα эքոρቧврич убеболቂш. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Malaysia – Assalamu’alaykum, salam gaja dari Ujame untuk kamu! Apa kabar? Jiwa raga masih stay on kan untuk jalan dan liburan? Pastinya dong. Ujame yakin, kamu yang lagi baca tulisan ini pasti kepo mau cari-cari referensi buat jalan yekaaan. Dan udah ketebak, lagi cari yang “low budget” buat ke Malaysia Yailah, kalo gak ngapain nyasar dimari. Sesuai janji dipostingan sebelumnya part 1, di sini Ujame mau berbagi referensi itinerary, detail budget, informasi transportasi dan makanan selama 3hari 2malam di Malaysia. Informasi yang Ujame berikan berdasarkan pengalaman pribadi selama di Malaysia. UNTUK HARGA YANG TERTERA DI POSTINGAN INI MERUPAKAN HARGA UNTUK 2 ORANG karena Ujame berdua. JADI KALAU KAMU MAU TAU HARGA PERORANGNYA TINGGAL DIBAGI 2 YA ^^. Adapun uang sangu/jajan/biaya hidup yang Ujame bawa untuk berdua adalah RM 550. WARNING!!! Diingatkan sekali lagi, bahwasannya postingan ini mengandung zat yang dapat membuat kamu tertidur, jadi sebelum baca postingan ini diharapkan untuk tidur siang terlebih dahulu atau minum kopi hitam tanpa gula plus jaringan yang mendukung supaya tetap stay on. THE JOURNEY IS BEGINNING Day 1 Bandara KLIA 2 – Putrajaya – Check In Hotel – Batu Caves – Bukit Bintang – Back to Hotel Ujame sampai di bandara KLIA Kuala Lumpur International Airport 2 sekitar pukul 1 pagi waktu Malaysia. Karena kita baru bisa Check-in Hotel jam 2 siang dan bingung mau ngapain juga subuh-subuh di Malaysia, akhirnya kita mengistirahatkan tubuh ini untuk prepare jalan di pagi harinya. Setelah urusan keimigrasian selesai, Ujame langsung kesana dan kemari mencari Musholla untuk istirahat dan tidur. Ketemu! Tempatnya nyaman, bersih, berkarpet dan yang paling penting, SEPI. Akhirnya kaki bisa selonjoran, senangnya….. Tapi selang beberapa jam Ujame merasakan suatu keganjilan. Karena AC Musolla nya ON terus dan sepi, bikin ruangan jadi dingin banget cuy, WAJIB BANGET bawa jaket! Tips ini hanya berlaku untuk kamu yang rela bermalam di Bandara Sekilas tentang Destinasi Putrajaya Masjid Putra yang iconic dengan warna pink Lanjuut! Setelah berusaha untuk tidur ditempat yang Ujame sebut dengan mini kutub, paginya sekitar jam 7 Ujame cus pergi ke destinasi pertama yaitu Putrajaya. Putrajaya ini kota pemerintahannya Negara Malaysia sejak 19 Oktober 1995, yang sebelumnya ada di Kuala Lumpur. Di sana itu banyak bangunan-bangunan megah dan modern yang menjadi daya tarik pengunjung. Dua diantaranya yaitu Masjid Putra dan Perdana Putra. Masjid Putra itu lucuk! Meskipun namanya Putra tapi tampilannya Putri hihihi, Why? Karena Masjid ini punya ornamen yang bernuansa merah muda, sampe ke karpet-karpetnya loh. Unik yaa! Dan kalau Perdana Putra ini sih bangunan perdana menteri, kemegahannya sekilas mirip Taj Mahal menurut Ujame sih cuma bedanya ini warna hijau gitu, futuristik banget! Terus cara ke Putrajaya gimana??? Ini nih info yang ditunggu-tunggu, biar gak nyasar catet ya atau screenshoot juga gak apa-apa. Nah untuk ke Putrajaya, kamu perlu naik ERL yang namanya KLIA Transit. Kamu bisa beli di counteryang tersebar di KLIA2. Warna counter-nya mencolok, warna magenta, mirip-mirip lah kaya warna logo ujame tapi lebih terang lagi. Harga tiket KLIA2-Putrajaya/Cyberjaya untuk berdua itu RM dengan lama perjalanan dari KLIA sekitar 20menit. KLIA Transit sendiri punya rute kaya gini Rute KLIA Express dan KLIA Transit KLIA 2 – KLIA – Salak Tinggi – Putrajaya/Cyberjaya – BandarTasik Selatan – KL Sentral. Sesampainya di stesen Putrajaya, sebelum ngebolang isi perut dulu dong, kan bahaya kalo tepar. Ujame beli air mineral 1,5L harganya RM 2,80 plus sarapan sederhana 2 piring nasi, telur dadar, mie harganya murah sekitar RM 9,20. After sarapan, kini Ujame siap untuk ngebolang! Setelah cari tau nanya sana sini, searching dan sebagainya, akhirnya Ujame tau harus naik bus nomor berapa, nomor L15 turun langsung di Masjid Putra, tarifnya juga murah cuma RM 3 untuk berdua. Oya, di stesen Putrajaya sendiri ada loh bus yang menyediakan paket wisata khusus untuk keliling Putrajaya namanya Putrajaya Sightseeing Tour. Busnya ini berhenti di 4 titik perhentian yaitu Dataran Putra, Palace of Justice & PJC Complex, PICC dan Seri Gemilang Bridge. Bis ini juga beroperasi di waktu tertentu yaitu hanya pukul dan Tapi, bus ini gak gratis cuy! Harganya RM 50, gila gak sih bisa buat naik KLIA Express *sesak nafas kan???* Untuk kamu wahai para kantong tipis kaya Ujame, naik bus Nadiputra L15 udah jadi piihan paling menguntungkan, banting jauh banget harganya. Cuma ya bedanya, banyak yang bilang bis ini jarang. Ya Mungkin Ujame punya aura yang lucky ya *jangan iri*, PP bisa naik bis ini. Alhamdulillah…Panasnya Putrajaya… Setelah sampai di pusat Putrajaya, Ujame coba explore. Hal pertama yang dilakuin setelah turun dari bis adalah “Gila panas coy, sunblock mana, sunblock”, “ Mau pake payung gak? Gue bawa payung nih”, dari dialog diatas kamu bisa lah ya menyimpulkan sendiri gimana cuaca di Putrajaya. Selain kulit yang harus dilindungi, cuaca yang ekstrim ini bikin tenggorokan kamu merongrong minta yang dingin-dingin, kalau udah begini coba deh ke kantin Masjid Putra di bagian bawah. Disana Ujame beli Es Krim Milo & Gelato Mangga. Lumayan buat ngademin hati *jangan baper aah*. Harga Es Krim Milo plus Gelato RM 7,10 yang mahal sih gelatonya sekitar RM 5. Sang penghibur tenggorokan dikala panas menyerang Setelah puas, It’s time to check in dan bersih-bersih. Udah dijelasin dipostingan part 1 Pencet dong Hotel Ujame terletak di KL Sentral. Untuk kesana, dari Putrajaya Ujame naik bis Nadiputra L15 untuk sampai di stesen Putrajaya harga berdua RM 3 dan lanjut naik KLIA Transit lagi untuk turun di KL Sentral dengan harga berdua RM 28. Sebelum lanjut, pencet disini dulu untuk lihat video singkat Ujame di Putrajaya Check In Hotel Informasi hotel di Malaysia bisa dilihat di postingan sebelumnya ya… Di Joy Inn Hotel ini, Ujame kena chargenih, ternyata ada biaya menginap tambahan untuk wisatawan asing yaitu RM 20/kamar. Check inudah, naro barang bawaan udah, bersih-bersih udah, tinggal makan nih yang belum. Ujame makan disekitar hotel, lebih tepatnya sih makan dipinggiran gang, walapun tempatnya keliatan gak meyakinkan tapi rasa makanannya endeees cuy! Apalagi nasi goreng sarden nya, beuh yang ini must recommended banget. Terenak! Harga 2 piring RM Kuil Hindu yang terkenal banget, tempat sembahyang nya ada di dalam gua yang ada di atas itu tuh… Sekilas Destinasi Batu Caves Siapa sih yang gak tau Batu Caves? Harus, kudu, wajib banget masuk ke list destinasi kamu! Buat yang belum tau, Batu Caves itu kuil Hindu yang popular banget di luar India. Di sana tuh udaranya sejuk banget, punya landscape pemandangan bukit kapur dan gua yang indah. Disana, banyak burung, monyet dan anjing yang berkeliaran bebas. Jadi kamu jangan kaget yaaa. Dan ini nih, kamu harus juga masukin ini ke list Must Visit kamu. Yaitu, coba naik ke atas kuilnya dengan anak tangga yang sebanyak 272buah. Capek sih, tapi ngalamin experienced yang kaya gini tuh asik banget! Kapan lagi kan udah jauh-jauh kemari masa gak berani? Kita harus totalitas!! Hidup Malaysia! Terus caranya ke Batu Caves gimana?? Okesip, dari KL Sentral kamu naik bis GRATIS jurusan KL Sentral – KL Sentul. Posisi bisnya ada di terminal KL Sentral bagian bawah jangan malu tanya petugas ya! Mereka ngerti bahasa Indo kok. Setelah sampai KL Sentul baru deh kamu naik KTM jurusan Batu Caves harga 2 tiket RM 4,20. Perjalanan dari KL Sentral – KL Sentul – Batu Caves lumayan lama. Jadi Ujame terlena donk tidur selama perjalanan. Setelah menaiki dan menuruni 272 anak tangga, pasokan air dalam tubuh menurun drastis, akhirnya beli air mineral 1,5L. Harganya di sini RM 3. Harga air mineral beda-beda disetiap tempat padahal merk nya sama. Ini tergantung belinya dimana sih, kalau beli ditempat wisata yaaa biasanya mahal. Sama kaya di Indo sih, atau mungkin di semua negara kali ya.. Mampir Ke Bukit Bintang dan Jalan Alor Nah, setelah pagi Ujame explore Putrajaya, menikmati sore di Batu Caves. Malamnya Ujame mampir ke Bukit Bintang. Bukit Bintang sendiri itu kawasan belanja yang isinya mall-mall besar gitu. Bisa dibilang surganya shopaholic lah. Tapi ya, buat Ujame si kantong pas-pasan Ujame Cuma bisa keliling dan ngerasain vibes night-nya aja. Gak jauh dari situ, ada Jalan Alor kawasan food street dan kedai-kedai beraneka macam makanan, mulai dari yang biasa aja sampe yang aneh aneh ada disini. Tapi untuk kamu yang muslim, wajib hati-hati ya, karna sedikit yang jual makanan halal, walaupun banyak yang teriak atau nawarin kamu “this is halal food” tetep hati-hati yaaa. Ujame sendiri makan malam di Jalan Alor di salah satu kedai India atau Arab gitu, makan nasi kare dengan harga 2 piring RM 15. Cari yang pasti-pasti halal aja laah ya, gak halal kok coba-coba…. Warning!!! Di Bukit Bintang ini, Ujame punya pengalaman unik, plus agak sedikit sebel sih, sedikit loh yaa. Jadi Ujame semacam ditipu. Gimana ya? Intinya sih ada 2 kelompok yang masing-masing terdiri dari 2 orang yang ceritanya lagi buat campaign dan mengumpulkan donasi untuk suatu hal yang mereka gak jelasin secara rinci, awalnya emang respect tapi pas tau donasinya ditentuin jumlahnya sama mereka gak boleh kurang dari RM 20, dan mereka “agak maksa” Ujame jadi mikir “ah sialan kita dikerjain”, Ujame kaya harus isi Form gitu, nama, asal dari mana dan umur, pas ngeliat form nya, gila sih mangsa mereka Turis semua cuy, Fix sih Ujame “kena”. Awalnya mereka minta RM 40 karena kita berdua, tapi kita tetep maksa gak mau kasih, mungkin setelah mereka menimbang “ya udah lah ya dari pada engga sama sekali” akhirnya mereka mengikhlaskan Ujame untuk kasih RM 20 dan rasa sebel agak sedikit terobati karena mereka kasih kenang-kenangan gitu sebagai gantinya. So ternyataaaa.. mereka itu berempat sekelompok dan tujuannya ya mengemis dengan cara menipu gitu semacam buat campign dan ngaku mahasiswa tapi gak jelas donasinya kemana. Jadi buat kamu kalo ke Bukit Bintang, hati-hati ya! Quote of the day pengalaman adalah guru yang berharga~~~ Terima kasih, Malaysia membuat Ujame jadi berpengalaman~ Terus cara ke Bukit Bintang gimana?? Oke lupakan kejadian menyebalkan itu, yang berlalu biarlah beralu, jangan dibiarkan berlarut nanti susah move on nya. Terakhir kan Ujame ada di Batu Caves ya, untuk ke Bukit Bintang, Ujame harus balik dulu ke KL Sentral dengan rute yang sama yaitu naik KTM Batu Caves – KL Sentul dengan harga tiket berdua RM 4,20. Sampai di KL Sentul nyambung naik bus gratis yang sama jurusannya ke KL Sentral. Sampai di KL Sentral, Ujame bersih-bersih dan sholat baru deh lanjut ke Bukit Bintang, naik monorail jurusan Titiwangsa dan turun di Bukit Bintang dengan harga tiket berdua RM 5. Begitupun sebaliknya dari Bukit Bintang ke KL Sentral naik monorail harga tiket berdua RM 5. Hari pertama selesai, Yeeay!! Maa syaa Allah… ini baru hari pertama loh, panjangnya udah kaya penantian, gak kelar-kelar. Ready for second day? 3…..2…..1….. Pencet disini dulu untuk lihat video singkat Ujame di Batu Caves dan Bukit Bintang Day 2 Hotel – Genting Chin Swee Temple – Back to Hotel – KLCC – Back to Hotel Sekilas Destinasi Genting Highlands Genting Highlands atau Tanah Tinggi Genting ini merupakan puncak gunung dari pegunungan Titiwangsa, udah bisa dibayangin dong tempatnya kaya gimana, adeeeeeeemm cuy dan ini sih best favorite place-nya Ujame banget. Genting itu punya sebuah kawasan yang berupa kuil tempat suci agama Budha namanya Chin Swee Temple. Kalo kamu kesini itu, berasa kaya di dunia lain. Kamu tau gak cerita legenda-legenda Dewa China yang sering ada di TV? kaya Sun Go Kong dan lainnya….. Kaya gak berasa ada di Malaysia jadinya hehe Nah suasana di Chin Swee Temple punya atmosfir yan mirip kaya gitu. Masa sih? Iya, serius deh. Karna emang kuilnya menarik, adanya di dataran yang tinggi 2000m di atas permukaan laut, didominasi warna merah & orange khas warna-warna Cina gitu, trus pemandangan alamnya daeeebaaak! Pohon-pohon rindang ditambah dengan cuaca yang dingin dan berkabut. Jadi semakin berasa kerajaan di atas awannya. Love bangeeet pokoknya! Dan hal menarik lainnya, kalo mau Chin Swee Temple kamu harus naik cable car atau gondola. Seru banget kan! Must try it! The real kerajaan diatas awan Oya, di Genting Highland gak cuma ada Chin Swee Temple, banyak juga tempat lainnya seperti Hotel Genting, Hotel Highlands, Hotel Resort, Hotel Theme Park, Awana Genting sampai Hotel First World yang memiliki kamar kata Wikipedia. Ada juga theme park, lapangan golf, mall dan lainnya. Tapi Ujame mah ke Chin Swee Temple-nya aja lah yaa, mana mungkin ke hotel atau mallnya yekaaan, on budget cuy mana bisa hedon. Terus cara ke Genting gimana?? Gampang, dari KL Sentral kamu ke terminal bus yang ada dibawah dan cari loket dengan tulisan Go Genting, warna loketnya Merah. Pas beli tiket kamu tinggal pilih jam keberangkatan dan jam kepulangan, bisa juga sekaligus beli tiket untuk cable car-nya. Kalo Ujame sih, mending beli sekalian, biar gak repot kalau kehabisan tiket pulang. Nah, harga tiketnya sendiri untuk pulang pergi + cable car berdua RM 33,20 Tiket PP RM 17,2 + RM 16. Perjalanan yang ditempuh dari KL cukup untuk tidur, sekitar 2,5jam dan kalau udah merasa mual karena jalan yang berliku-liku kaya hubungan ini…eeaa selamaaaat, artinya sebentar lagi kamu akan tiba di Genting. Makanya, pastiin kamu udah mengisi perut dan sedia obat mual, kalua perlu bawa Antimo dari Indonesia ya… Untuk meminimalisir kehabisan uang ditengah perjalanan, muncullah sebuah ide untuk bawa bekel makan siang. Yang murah dan cepet aja, sebelum berangkat ke Genting Ujame beli KFC di KL. Harganya, untuk 2 paket nasi ayam & minum RM Maps simple Skyway supaya kamu gak salah turun kaya Ujame Kondisi sebelumnya~ Jadi sebelumnya, tahun 2015 Ujame pernah kesini, kondisi akses cable car ke Chin Swee Temple belum kaya sekarang 2018. Gak cuma akses cable car-nya aja sih, banyak juga spot spot lainnya yang berubah. Nah, tahun 2015 itu Ujame naik cable car dan langsung turun di pemberentian terakhir Chin Swee Temple. Tapi sekarang, udah dibuat model stesen gitu. Dan Ujame turun di pemberhentian terakhir yang ternyata bukan Chin Swee Temple, tapi di Sky Avenue Station mau gak mau harus exit di sana deh. Dan untuk turun ke Chin Swee Temple-nya Ujame beli tiket lagi deh berdua RM 16, lagi dan lagi-lagi ini pengalaman adalah guru yang berharga~~~. Jadi, pastikan kamu turun di stesen Chin Swee Temple ya! Kaya sebelumnya, pencent dulu untuk lihat video Ujame di Genting Pulang dari Genting dengan transportasi yang sama, suasana sendu karena hujan turun ditambah mabuk perjalanan dan macet sepanjang jalan, aah lengkap sudah penderitaan. Sampai KL sentral lemes dong, mau balik ke hotel masih hujan yaah tambah lemes deh. Ngeliat ke kanan-kiri mencari hiburan sembari menunggu hujan, Eehh tak disangka Ujame memutuskan untuk mampir ke Family Mart Nu Sentral letaknya di atas KL Sentral biasalah butuh kehangatan saat hujan melanda. Di Family Mart banyak kehangatan yang disajikan tapi Ujame memutuskan untuk mencoba kehangatan dari paket odeng dan onigiri untuk berdua, harganya RM dan seriously ini bener-bener kehangatan yang HQQ! Ini wajib kudu harus must try it! Hujan reda, kehangatan pun memudar, akhirnya Ujame memutuskan untuk kembali keperaduan. Sekilas Destinasi KLCC Rasanya belum syaah ke Malaysia kalo belum ke KLCC. Secara ini iconic nya Kuala Lumpur banget dan masih satu kawasan sama si menara kembar petronas. KLCC sendiri singkatan dari Kuala Lumpur City Centre adanya di tengah-tengah kota Kuala Lumpur. Liukan air mancur ditambah spotlight plus iringan musik yang ciamik bikin ini berkesan banget Tujuan Ujame kesini sih untuk menikmati malam sambil nyaksiin lake symphony. Itu tuh air mancur menari yang disorot lampu warna-warni plus diiringi musik melayu, barat atau lagu kebangsaan Malaysia sendiri. Catet nih ya, ini pertunjukan mulainya jam 8 malam dan durasinya sekitar 30 menit. Lumayan banget buat memanjakan mata wisatawan sembil ngerasain semilir angin. Jadi kalo kamu ke KLCC, liat juga pertunjukan dancing water-nya ya, biar gak kebawa mimpi karena nyesel. Waktu udah menunjukan hampir tengah malam, mata udah puas, fikiran udah relax, badan udah minta nempel sama kasur, tapi ada yang belum terpuaskan yaitu si perut!! Setelah puas liat dancing water dan keliling KLCC, sebelum balik ke cangkang, Ujame memutuskan isi perut dulu di kedai yang gak jauh dari KLCC, pesan nasi goreng ayam untuk 2 porsi plus air mineral RM Terus cara ke KLCC gimana?? Simple! Dari KL Sentral kamu naik LRT Laluan Kelana Jaya jurusan Gombak dan turun di Stesen KLCC. Harga tiketnya sendiri untuk berdua RM Pulangnya, kamu naik LRT yang sama turun di KL Sentral dengan harga tiket berdua RM Alhamdulillah… Second day is done…. Ready for the next journey?? 3….2….1… Sebelum lanjut, teken disini untuk lihat video ujame di KLCC Day 3 Check Out Hotel – Kawasan Masjid Jamek & Central Market – KLIA2 – Indonesia Sekilas Destinasi Kawasan Masjid Jamek & Central Market Di hari terakhir ini sebenarnya Ujame mau yang santai-santai aja keliling Kuala Lumpur. Dan akhirnya memilih untuk jalan-jalan di kawasan sekitaran Masjid Jamek. Selama perjalanan ke Masjid Jamek sih banyak spot-spot yang dilewati seperti Gedung Sultan Abdul Somad, Merdeka Square, Museum Tekstil Nasional, River of Life dan Kuala Lumpur City Gallery. Kalo Masjid Jamek sendiri itu merupakan Masjid tertua di Kuala Lumpur yang bangunannya bergaya Moorish. Masjidnya didominasi warna putih dan merah bata dan banyak yang bilang, Masjid Jamek ini mininya Masjid Nabawi, maa syaa Allah. Karna di halaman masjid sendiri ditutupi atap payung-payung putih besar cantik layaknya di Madinah. Semoga suatu saat Ujame bisa berkunjung kesana mohon aamiin-kan netizen budiman Gaya Moorish yang bikin kamu betah mengagumi banguan ini Cari oleh-oleh, recommended ke Central Market! Puas berkeliling di sekitar kawasan Masjid Jamek, Ujame pergi ke Central Market, mau cari oleh oleh ceritanya. Jaraknya sekitar 1,5km dari Masjid Jamek deket kook jalan kaki pasti sampe udah biasa kan jalan kaki? Central Market Kuala Lumpur ini salah satu pusatnya oleh-oleh. Banyak banget yang dijual ada coklat, kue, baju, jam tangan, tas, sepatu, pajangan, gantungan kunci sampai tempelan kulkas. Ya samalah yaa kaya oleh-oleh kota atau negara lain dengan icon negara atau kota tersebut. Perempatan yang menghubungkan Masjid Jamek, Dataran Merdeka, Kuala Lumpur City Gallery, dan Central Market Jalan-jalan sekitar Majid Jamek udah, beli oleh oleh udah, tenaga terkuras habis dong, akhirnya Ujame cari minum. Model minumannya kaya dum-dum gitu tapi menunya lebih banyak, keputusan jatuh pada rasa Honey Lime Thai Tea harganya RM , lumayan meredakan dahaga. Tenggorokan sudah berbahagia saatnya perut yang merajuk, ngeliat jam aaah ternyata masih ada waktu untuk sekeder makan karena harus ngejar flight balik ke Indo, disini banyak café atau kedai kok jadi jangan khawatir kelaparan. Ujame cobain street food namanya Pan Mee yang ada di samping Central Market. Jualannya pake gerobak tapi disediain meja dan bangku kok, jadi selow.. gak akan makan berdiri kok. Harga untuk 2 porsi RM 15. Terus cara kesana gimana?? Wait, ini cerita belum selesai, janji deh ini yang terakhir. Kalau gak khilaf… Ujame mau kasih tau cara ke Masjid Jamek dan balik ke KLIA. Tadi, dari KL Sentral kamu naik LRT Laluan Kelana Jaya jurusan stesen Gombak. Trus kamu turun di stesen Masjid Jamek. Harga tiketnya untuk berdua RM Begitupun sebaliknya, naik LRT turun di KL Sentral dengan harga tiket yang sama untuk berdua RM Terus karena Ujame mau balik ke Indo nih, harus ke Bandara dulu kaan, nah dari KL Sentral ke Bandara KLIA2 sebenarnya ada 3 cara. Bisa naik bus, naik ERL KLIA Express dan ERL KLIA Transit. Yang paling murah itu naik bus cuma sekitar RM 10. Cuma karna Ujame punya trauma setelah tragedi Genting kemarin, alias maboooook akhirnya Ujame lebih milih naik ERL. ERL yang Ujame pilih yaitu KLIA Transit. Dengan rute KL Sentral – Putrajaya/Cyberjaya dan sambung lagi Putrajaya/Cyberjaya – KLIA2. Kenapa kok sambung-sambung gitu? Karna naiknya KLIA Transit. Trus kenapa gak langsung aja ke bandara KLIA2? Kalo langsung pilihnya KLIA Express bukan KLIA Transit. Ya trus kenapa gak dipilih? Giniiiii, Ujame jelaskaaan yaaaa…… Tips by Ujame Kalo kamu lagi buru-buru ke Bandara, kamu naik KLIA Express yang sesuai namanya, keretanya itu cepet bangeeeet langsung wuussssshhhh trus ilang kaya kamu yang cepet banget menghilangnya pas lagi sayang-sayangnya dan gak pake berhenti-berhenti dulu. Cuma harga tiketnya mahal RM 55/orang. Tapi kalo kamu gak buru-buru dan selow kaya Ujame nih, pilih aja KLIA Transit jadi kamu berhenti di satu stesen dan dari stesen tersebut nyambung lagi deh. Stesennya seperti yang udah Ujame sebutkan di Day 1 bagian Putrajaya. Jangan lupa loh. So, Ujame pilih KL Sentral – Putrajaya dengan harga tiket RM 28 untuk 2 orang. Dan Putrajaya – KLIA2 dengan harga RM untuk 2 orang. Jadi per orangnya cuma kena RM 14 + RM = RM 23,4. Muraaah kan? Dibandingkan dengan KLIA Express yang RM 55/orang, beda jauuuuh. Cuma ya itu, kamu harus punya waktu yang agak panjang buat berhenti dan menunggu dulu. Makanya jangan terlalu mepet ke airport-nya yaaaaa! DAN PENTING NIH GAES!!! Untuk koneksi internet luar negeri, selain paket roaming, sewa travel wifi dari Indonesia merupakan salah satu yang dapat menghemat cost karena bisa patungan atau tethering sampai 5 gadget. JavaMifi bisa jadi alternatif solusi buat sewa wifi Malaysia karena selain keuntungan di atas, baterainya juga awet sampai 15 jam. Untuk sewa bisa langsung ke Waaaa finally….. terharu udah sampai akhir cerita perjalanan Ujame di Malaysia *jari keriting*!!! Makasih buat kamu yang setia sampai akhir. Ujame love youuu!!!! Semoga bermanfaat dan membantu untuk referensi explore Malaysia-nya ya. Semangat & selamat liburan ke Malaysia!! The last video of the last day in Malaysia….Thank you, Malaysia Traveling “It leaves you speechless, then turns you into a storyteller”Ibn Battuta UNTUK HARGA TERBAIK SILAHKAN HUBUNGI KAMI CALL / WA +62812-7001-1963 / +62815-3671-9206 Website PAKET TOUR MALAYSIA 4 HARI 3 MALAM KODE MMG-04A ITINERARY Kuala Lumpur – Genting – Malaka 4 Hari 3 Malam Hari 1 Kuala Lumpur City Tour Makan Siang,Makan Malam Tiba di Bandara Kuala Lumpur, Dijemput oleh guide / perwakilan kami Mengunjungi Putrajaya yang merupakan Pusat Pemerintahan Kuala Lumpur Makan Siang Lokal Restorant Halal Foto Stop di KLCC / Twin Tower Menara Kembar Mengunjungi Chocolate House Shopping Bukit Bintang Sungei Wang Plaza Makan Malam Lokal Restorant Halal Check In Hotel Hari 2 Kuala Lumpur City Tour – Genting Highland Makan Pagi,Makan Siang,Makan Malam Makan Pagi di Hotel Mengunjungi Dataran Merdeka Mengunjungi Istana Negara King Palace Mengunjungi Batu Cave MURUGAN TEMPLE Makan Siang Lokal Restorant Halal Mengunjungi Genting Highland dengan Cable Car 3,4 KM Include Tiket Makan Malam Lokal Restorant Halal Kembali ke hotel untuk beristirahat Hari 3 Kuala Lumpur – Malaka City Tour Makan Pagi,Makan Siang,Makan Malam Makan Pagi di Hotel Menuju Malaka 2 Jam Perjalanan City Tour Melaka Mengunjungi Christ Church & St. Paul Church Kawasan Rumah Merah Jongker Street & Melaka river Mengunjungi A'famosa porta Da' Santiago Mengunjungi Maritime Museum, Malacca Cruise Taming Sari Tower Optional Makan Siang Lokal Restorant Halal Berbelanja di Kawasan Malaka Square Kembali ke Kuala Lumpur 2 Jam Perjalanan Makan Malam Lokal Restorant Halal Kembali ke Hotel Hari 4 Hotel – Airport Makan Pagi Makan Pagi di Hotel Acara bebas sampai batas waktu check out Transfer ke KLIA Airport Acara Tour Berakhir di Sini / End Service BIAYA BERDASARKAN JUMLAH / PESERTA DEWASA KATEGORI 2 3 4 - 5 6 - 11 12 - 15 16 - 20 21 - 25 26 - 30 31 - 39 40 > A IDR 4,614,000 IDR 3,509,000 IDR 3,241,000 IDR 2,939,000 IDR 2,466,000 IDR 2,416,000 IDR 2,294,000 IDR 2,143,000 IDR 2,041,000 IDR 1,921,000 B IDR 4,812,000 IDR 3,707,000 IDR 3,439,000 IDR 3,137,000 IDR 2,664,000 IDR 2,614,000 IDR 2,492,000 IDR 2,341,000 IDR 2,239,000 IDR 2,119,000 C IDR 4,911,000 IDR 3,806,000 IDR 3,538,000 IDR 3,236,000 IDR 2,763,000 IDR 2,713,000 IDR 2,591,000 IDR 2,440,000 IDR 2,338,000 IDR 2,218,000 KATEGORI HOTEL KUALA LUMPUR A My Hotel , Leo Palace *2 atau setara B Five Element , Corona Inn,Cititel Express,Sani Hotel *3 Atau setara C Capitol , Soleil , Alfa Genesis,Nova Hotel *3 + Atau Setara Keterangan Biaya dalam Indonesia Rupiah IDR Akomodasi 1 kamar berdua twin Sharing atau Bertiga triple Sharing untuk jumlah peserta ganjil Anak – anak dengan extra bed bayar 70%, anak-anak tanpa extra bed bayar 50 %. Peserta 4-11 Orang City Tour dengan Sopir merangkap guide peserta 12 orang ke atas city tour dengan local guide Tambahan Biaya Berdasarkan Jumlah Peserta Jika Ada Tour Half day / Full day di Hari Terakhir Tambahan Biaya RM 15 / Pax Jika Ada Kunjungan Ke Colmar Tropicale Round down / Itinerary dapat Di Rubah atau Costumized Sesuai Keinginan Peserta Tour Berlaku Tambahan / Surchage untuk Peak Season dan hari perayaan atau festival Tambahan Sesuai Rate yang berlaku jika ada permintaan menginap di Genting Highland UNTUK PESERTA 2 – 3 ORANG TIDAK TERMASUK MAKAN NO MEAL Biaya Termasuk Akomodasi Sesuai pilihan Tour, Transfer, Tiket Wisata & Makan sesuai itinerary Mineral Water 01 Botol / Pax / Day Tipping Guide & Tour Leader Tour Guide atau Driver cum Guide Biaya Belum Termasuk Tiket Penerbangan Pengeluaran pribadi Laundry, Minibar, Porter Travel Insurance Optional tour HARGA PAKET TOUR TERBAIK SILAHKAN BERKONSULTASI DENGAN KAMI.... Bagi yang butuh referensi itinerary yogya 4 hari 3 malam, ini pengalaman saya dan suami saat jalan-jalan di Yogya. Semoga membantu dan menginspirasi perjalanan kalian ya. Rasanya, gak pernah bosan jalan-jalan di Yogya. Selalu ada pengalaman baru, selalu ada cerita baru, dan selalu excited dengan kota yang masih sangat kental dengan budaya lokalnya ini. Di bulan September lalu, saya berkesempatan jalan-jalan bersama dengan suami di Yogya selama 4 Hari 3 Malam. Inginnya, sih semua tempat-tempat asik di penjuru Yogya bisa kita kunjungi, tetapi karena waktu yang terbatas dan jatah cuti yang semakin menipis, akhirnya hanya beberapa tempat saja yang bisa kita kunjungi. Sebenarnya, bukan hanya daerah Kota Yogya yang kami kunjungi, tetapi sampai ke daerah-daerah di sekitarnya juga, seperti Sleman, Magelang, dsb. Untuk jalan-jalan berdua ini, kita memilih untuk pakai motor dibanding mobil. Selain karena lebih hemat dan menghindari macet, pakai motor lebih intimate sih hehehe. Jadi sebelum ke Yogya, kita sudah booking via whatsapp ke penyewaan motor. Kebetulan penyewaan motor ini kenalannya teman saya, jadi sudah enak dan terpercaya. Bahkan motornya juga langsung diantar ke hotel tempat saya menginap. Syarat peminjamannya hanya butuh menyerahkan KTP saja. Setelah itu kunci motor, motor, beserta dua helm dipinjamkan kepada kita. Untuk pembayarannya pun di akhir setelah sewa motor selesai. Di Yogya kemana saja? Ini itenerary Yogya 4 Hari 3 Malam, perjalanan saya bersama suami. Semoga bermanfaat bagi yang akan jalan-jalan di Yogya ya. Hari Pertama di Yogya Jam kami berdua naik pesawat dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta untuk menuju Bandara Adi Sucipto Yogya. Alhamdulillah perjalanan lancar dan pukul kami sudah sampai di Bandara Yogya. Menggunakan taxi online dari Bandara Yogya, kami pun menuju Hotel Grand Serela yang ada di wilayah Sleman. Walaupun ini wilayah Sleman, tapi hotel ini masih di perbatasan antara Yogya dengan Sleman. Jadi masih sangat dekat kalau mau jalan-jalan ke daerah Yogya. Sedangkan, kalau kita mau jalan-jalan ke wilayah Magelang atau wilayah Sleman lainnya pun tinggal lurus aja mengikuti jalan besar Yogya-Magelang dan dekat juga dari Hotel. Kamar Hotel Superior di Grand Serela Maafkan Gelap karena di foto saat dini hari kita akan berangkat + masih berantakan Kami menginap 4 Hari 3 malam di Hotel ini. Untuk kenyamanan dan fasilitas, hotel ini biasa saja sih. Tidak terlalu bagus tapi juga tidak bisa dibilang jelek atau tidak nyaman. So far, selama menginap disini cukup nyaman dan betah. Kami sengajak tidak memilih hotel yang fasilitasnya lengkap dan berbintang-bintang, karena memang sudah berencana bukan untuk staycation melainkan jalan-jalan ke banyak tempat. Jadi, tidak akan terlalu lama-lama di Hotel, selain dari istirahat, tidur, dan sarapan. Jam kami pun istirahat sebentar di hotel sambil memikirkan mau makan apa dan kemana. Kebetulan kami belum punya rencana yang pasti untuk jalan-jalan kemana saja, jadi benar-benar random dan spontan saat itu saja direncanakan. Hehehe. Pukul kami pun mulai keluar hotel dan menuju Rumah Makan Jejamuran yang ada di Jalan Pendowoharjo Niron, Pandowoharjo, Sleman. Dari hotel ke Jejamuran menempuh waktu sekitar 30 menit. Waktu itu sempat hujan gerimis, tapi kami hadang aja. Hehehe. Tapi pastinya tidak rugi karena bisa menikmati berbagai menu jamur yang enak-enak di rumah makan ini. Pelayanannya juga sangat cepat, jadi kita tidak perlu menunggu lama untuk bisa menikmati makanan yang kita pesan. Saat sebelum menikmati makanan di Rumah Makan Jejamuran, Sleman, Yogya Selain dari tempatnya yang sangat luas, suasana di Jejamuran juga sangat romantis. Ada beberapa tempat yang bisa kita pilih. Saya dan suami memilih tempat yang lampunya agak kuning temaram dan dekat dengan air mancur serta kolam ikan. Suara gemercik air jadi makin bikin betah deh. Oya, Jejamuran juga punya musholla yang cukup besar dan nyaman. Jadi tidak perlu khawatir kalau setelah jalan-jalan jauh dan mengejar waktu shalat, bisa shalat disini aja. Sekitar pukul kami pun selesai makan di Jejamuran. Tapi kami baru ingat kalau ternyata kami tidak membawa jaket. Padahal, cuaca di sekitar Yogya saat itu sedang musim hujan dan cukup dingin. Apalagi kami juga menggunakan motor kemana-mana, akhirnya kami pun mampir dulu membeli jaket sebelum pulang ke hotel. Setelah searching, kami pun mampir sebentar ke Toko Sakola Jalan Kapten Tendean No. 47 Wirobrajan, Yogya. Saya dan suami membeli jaket masing-masing 100ribu saja. Jadi toko baju ini sangat lengkap sekali lho! Saya saja tidak percaya, suami saya bisa dapat jaket bomber yang kece hanya dengan harga 100ribu. Hahaha. Hari Pertama, tidak terlalu banyak menghabiskan waktu lama-lama di luar. Kami langsung kembali ke hotel, karena rencananya besok pagi ingin lihat sunrise di Punthuk Setumbu dan harus berangkat dari hotel pukul pagi. Hari Kedua di Yogya Kemana saja kami berdua di hari kedua? Yang jelas kami mulai bangun sejak pukul dan berangkat perjalanan pukul Walau sedikit mengantuk dan rasanya masih ingin menempel di tempat tidur, kami tetap excited bersiap melihat sunrise. Punthuk Setumbu Kami harus bangun sepagi mungkin untuk bisa melihat sunrise yang muncul dari Candi Borobudur. Akhirnya kami pun berangkat pukul dari hotel menuju Punthuk Setumbu. Sebenarnya ingin sih melihat langsung sunrise dari Borobudur, tetapi biayanya cukup mahal. Kami pun tidak ingin berspekulasi karena belum tentu juga bisa terlihat pemandangan sunrise padahal sudah mengeluarkan kocek yang lumayan. Mending dibuat jajan dan coba makanan baru, hehe. Punthuk Setumbu, salah satu destinasi Cinta dan Rangga dalam film AADC Perjalanan menuju Punthuk Setumbu sedikit menyedihkan karena hujan gerimis datang subuh ini. Tapi kami lanjut perjalanan dengan menggunakan jas hujan. Untungnya hujan tidak lama dan kami pun tidak basah kuyup. Pukul kami sudah sampai di Puthuk Setumbu. Kami pun shalat dulu di mushola kecil yang ada di dekat tempat parkiran. Mendaki dari bawah menuju Punthuk Setumbu, rasanya lumayan melelahkan bagi saya yang jalan jauh dan naik-naik ke atas gunung duh payah ya, hehe. Kami pun menunggu sampai pukul tapi benar saja, pemandangan tertutup kabut. Pengunjung sudah ramai padahal dan ada yang mau shooting untuk pembuatan video juga. Tapi sayang, alam berbicara lain. Sunrise yang terutup kabut di Punthuk Setumbu Sambil menunggu kabut, saya pun ngantuk sekali rasanya. Tanpa sadar, saya pun tertidur sampai 1 jam lamanya di Punthuk Setumbu. Suami saya membiarkan saya tidur terlebih dahulu sampai saya terbangun sendiri dan melihat di sekitar sudah tidak ada pengunjung lain yang ada di atas. Hehehe. Akhirnya selepas saya bangun dari tidur, kami pun melanjutkan perjalanan untuk ke Candi Borobudur dan mencari sarapan dulu tentunya. Borobudur Sekitar jam saya bersama suami pun mencari-cari tempat makan di sekitar Borobudur. Sebetulnya agak aneh dengan Magelang, di tengah-tengah tempat wisata seperti ini, mengapa pukul belum banyak penjual makanan? Resto dan juga warung makan masih belum buka dan kami pun bingung akan sarapan dimana? Hampir 1 jam berlalu, kami pun tidak menemukan tempat makan yang layak dan benar-benar khas lokal daerah sini. Akhirnya kami pun masuk ke Borobudur dan makan di tempat-tempat jualannya. Tapi sayang sekali, harganya tidak sesuai dengan rasanya. Arca di Candi Borobudur Selesai sarapan, kami pun langsung masuk ke area Candi Borobudur. Sayangnya, kami disini tidak menggunakan jasa travel guide. Jadi, kami pun hanya mengingat kembali sejarah dan informasi detail tentang candi, hanya membaca di papan-papan informasi. Sambil sesekali kalau ada anak-anak sekolahan yang sedang mendapat penjelasan gurunya, kami pun ikut-ikut mendengar. Hehehe. Dulu, Borobudur masuk dalam 7 keajaiban dunia ya? Tapi sayangnya sekarang tidak lagi. Saya pun melihat, kawasan wisata candi Borobudur ini nampaknya kurang dimonetasi. Tidak banyak informasi tentang candi, event-event disini juga jarang-jarang diadakan, dan dari segi kerapihan masih jauh dari Candi Prambanan nanti saya ceritakan ya. Semoga kedepannya, ada perbaikan ya. Supaya semakin banyak wisatawan yang mampir ke Borobudur. Makan Siang di Warung dan Kopi Khas Wirosani Seperti saya ceritakan sebelumnya, kami tidak merencanakan secara detail perjalanan di Yogya. Benar-benar berpikir dan mencari ide on the spot. Akhirnya, sekitar pukul kami duduk di sekitar pintu Borobudur. Suami saya akhirnya terpikir untuk mencari tempat makan enak dan suasana alam-nya masih segar, misalnya makan dengan pemandangan sawah. Eh, ketemu dong! Akhirnya kami dari Magelang, menuju daerah Wirosani, Sleman dan Makan Siang di Warung dan Kopi Khas Wirosani. Warung Kopi Wirosani, Gondong, Donoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogya Disini udaranya sejuk sekali dan nuansa alamnya dapet banget. Gak nyangka ada resto dan café seperti ini, di tengah-tengah desa hehehe. Perjalanan dari Magelang ke Wirosani ini sekitar 45 menit dengan menggunakan motor. Lumayan jauh sih ya, 45 menit di sini nggak sama dengan di Jakarta pastinya. Tapi saya dan suami nggak nyesel, karena bisa menikmati beragam menu yang harganya sangat murah plus nuansa alam yang sejuk. Ditambah hujan rintik-rintik, makin bikin kita gak mau pergi dari sini. Suasana Outdoor di Warung Kopi Wirosani sayang hujan, jadi nggak bisa duduk disitu Oya kopi disini juga enak sih kalau kata suami saya yang pecinta kopi. Soal harga, ya jauh dari kopi-kopi yang ada di kedai atau café tengah kota. Tapi kualitasnya yang masih OK lah. Hehehe. Walaupun jauh, kalau kalian pergi-pergi ke daerah Yogya atau Sleman, bisa lah mampir dulu kesini. Kami pun menghabiskan waktu dari pukul di Warung Wirosani, selanjutnya kita akan langsung mengunjungi Musium Ullen Sentalu. Museum Ullen Sentalu Setelah kenyang menikmati menu yang ada di Warung Kopi Wirosani, saya pun bersama suami langsung melaju ke Museum Ullen Sentalu yang ada di Kaliurang, Sleman, di bawah kaki gunung merapi. Perjalanan dari Warung Kopi Wirosani menuju Museum Ullen Sentalu sekitar 20 menit dengan jarak 12,9 Km. Tenang aja, walaupun jauh jaraknya perjalanan cepet kok karena gak macet, hehehe. Ditambah suasana yang sejuk-sejuk damai dan tentram sekali. Suasana di depan pintu masuk Museum Ullen Sentalu Jl. Kaliurang, Kaliurang Barat, Pakembinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Awalnya, saya juga agak sanksi. Emang ada ya, museum di bawah kaki gunung, masuk-masuk ke daerah seperti hutan ini? Ternyata beneran ada hehehe. Suami saya bilang museum ini sempat dapat penghargaan gitu. Sesampainya disana, ternyata terlihat tidak seperti museum. Kelihatannya sangat moderen dan lebih cocok dibilang Art Gallery kalau dari luar. Padahal di dalamnya ada banyak benda-benda bersejarah, lho! Suasana saat keluar dari Museum Ullen Sentalu Untuk berkeliling museum, nantinya kita akan diajak bersama dengan pengunjung lainnya bersama-sama dengan guide. Waktu disana, saya barengan dengan dedek-dedek mahasiswa Yogya yang lagi liburan sama teman-temannya. Hehehe. Tapi asyik sih, mereka senang bercanda soalnya, hehehe. Tiket Masuk Museum Ullen Sentalu Rupiah Setiap masuk kesini, kita akan bayar Rupiah saja. Nanti saat jalan-jalan keliling museum, kita akan dipandu oleh guide dari Ullen Sentalu. Waktu kesana, saya dipandu oleh seorang Mbak yang sepertinya hafal sekali sejarah-sejarah Indonesia, khususnya di Yogya. Dia juga sepertinya sudah hapal betul kisah dan cerita di balik setiap foto, lukisan, atau benda-benda yang ada. Sayangnya, saat berkeliling kita tidak boleh mengambil foto atau video. Jadi Cuma menikmati dan mengikuti mbak-nya aja. Kalau mau foto-foto ada spot khususnya. Yang bikin gak nyangka juga, disini ada ruang bawah tanahnya lho. Makan Es Krim Gelato Setelah dari Museum Ullen Sentalu, kita lanjut akan kembali ke kota. Akhirnya kami pun melakukan perjalanan dari Kaliurang menuju Tempo Gelato dengan jarak hampir 27Km. Jauh banget ya mainnya? Hehehe. Jadi, ada waktu sekitar 1 jam untuk perjalanan kesana. Dari Museum Ullen Sentalu, kami berangkat pukul dan sampai di Tempo Gelato sekitar pukul lebih. Es Krim Tempo Gelato Yogya Jl. Prawirotaman Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Penasaran sih sama es krim satu ini. Jadi, walaupun hujan ya tetep aja dingin-dinginan makan es krim. Hehehe. Setelah coba, ternyata kalau saya lebih suka es krim susu biasa lho dibanding gelato. Entah kenapa ya? Terus saya dan suami ambil porsi yang harganya 40ribu dengan bonus wafle kering. Kenyang banget, sampai-sampai saya juga gak habis. Hehehe. Gak lama-lama disini, kami pun langsung ke hotel untuk mandi dan istirahat sebentar. Jalan Malam Santai di Malioboro dan Makan Malam di Angkringan Setelah istirahat sebentar hingga waktu isya, kami pun melanjutkan jalan-jalan sebentar di Malioboro. Suami saya juga ingin banget lihat musik jalanan yang ada di pinggiran trotoar Malioboro. Akhirnya kami pun mampir sebentar dan menikmati musik serta hebohnya orang-orang yang ikut bergoyang. Walaupun bukan hari libur, ternyata Malioboro tetap ramai dan macet ya. Hiburan rakyat di Jalan Malioboro Yogya Karena belum makan malam, kami pun makan malam di angkringan. Angkringan yang kami pilih adalah Cak Lek Man yang sangat legendaris di Yogya. Katanya, angkringan ini sudah ada sejak 1950 dan turun temurun dikelola keluarga. Harganya memang sangat murah dan rasanya juga enak. Saya pun gak segan-segan mengambil beberapa tusuk sate dengan berbagai jenis dan 2 nasi kucing. Hehehe. Angkringan Lek Man ini ada di sekitar Stasiun Tugu Yogya. Walaupun berada di jalanan yang tidak terlalu besar, jalanan ini pinggir-pinggirnya adalah angkringan lho. Disini selalu ramai pengunjung dengan menikmati makannya lesehan di sebrang tenda angkringan. Kapan lagi coba makan seperti ini, kalau nggak ke Yogya? Makan enak, kenyang, tapi hemat. Setelah kenyang, kami pun segera kembali ke hotel. Rasanya lelah sekali setelah perjalanan berpuluh kilo menggunakan motor. Itulah itinerary perjalanan saya bersama suami di Yogya selama 2 hari. Selanjutnya akan saya tulis juga untuk itinerary hari 3 dan ke-4. Semoga bermanfaat. Liburan telah tiba! Ke mana ya enaknya? Dulu saya pernah baca di blog orang lain tentang Penang. Kelihatannya sangat menarik. Akhirnya saya memutuskan untuk liburan ke Penang, Malaysia totalnya selama 4 hari 3 malam, berikut itinerary-nya! Nah, saya juga cukup beruntung karena menemukan promosi dari maskapai Airasia. Paket yang terdiri dari tiket pesawat promo Jakarta – Penang PP ditambah dengan hotel selama 3 malam, harganya cuma Rp 1,4juta saja! Murah sih ini, teman kampus saya juga pengen ikutan saking murahnya. Jadi, saya yang biasanya backpackeran solo kali ini berlibur bersama tiga orang teman lain. Sebenarnya bisa sih menghemat biaya liburan, tapi karena teman-teman saya tidak mau menginap di hostel, ya jadinya pilih nginep di hotel deh. Mengenal tentang Penang Sebelum masuk ke bagian itinerary, ada baiknya kalau kita mengenal Penang terlebih dahulu. Penang itu di mana sih? Penang adalah sebuah bagian federasi dari Malaysia yang terletak di sebelah Barat Laut semenanjug Malaysia. Penang dibagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian daratan yang bernama Seberang Perai dan bagian pulau. Nah, ibu kota Penang bernama Georgetown, yang terletak di bagian pulau. Tempat wisata yang terkenal di Penang kebanyakan di Georgetown-nya atau di bagian pulau. Bahkan, kalau kamu naik pesawat langung ke Penang bakal mendarat di bandara Georgetown. Penang itu seperti titik kumpulnya berbagai kebudayaan karena dulunya merupakan pusat perdagangan yang penting. Kamu bisa merasakan kebudayaan India, Chinese, Malaysia, Peranakan, Thailand, bahkan Eropa. Berasa seperti di Eropa bukan? Di Penang enaknya ngapain aja ya? Kamu bisa coba ikutin itinerary saya liburan ke Penang selama 4 hari 3 malam. Day 1 Tiba di Penang Highlight Little India Han Jiang Ancestral Temple Sri Mahamariamman Temple Hari yang ditunggu telah tiba. Saatnya berangkat ke Penang. Karena jadwal penerbangan kami berangkatnya jam pagi, kami pun memutuskan untuk bermalam di Bandara Soekarno Hatta. Penerbangan dari Jakarta ke Penang memakan waktu sekitar 2 jam. Sampai di Bandara Georgetown kok banyak orang yang pakai kursi roda ya. Saya baru ingat kalau Penang adalah tujuan populer untuk berobat juga termasuk kanker. Dari bandara kami naik bus nomor 401E tujuan Komtar 20 menit karena hotel kami berlokasi di area tersebut. Setelah sampai, terlihat sebuah bangunan tinggi dengan nama Continental. Itu pasti hotelnya. Jalanan di Georgetown Saya dan teman-teman menggeret koper sampai ke bangunan tersebut, ternyata salah hotel. Nama hotel tersebut Hotel Grand Continental sedangkan hotel kami bernama Hotel Continental. Jalan lagi deh, panas lagi. Akhirnya setelah tanya sana sini sampai juga di hotel yang benar. Setelah mengurus check-in kami beristirahat sejenak. Baru deh mulai keliling Georgetown. Kami mengunjungi daerah Little India dan beberapa kuil di sekitaran yaitu Han Jiang Ancestral Temple dan Sri Mahamariamman Temple. Cukup gampang untuk ke mana-mana soalnya areanya tidak terlalu luas, jalan kaki juga bisa. Untuk makan malam kami nyobain makanan India dan Chinese, ada Ghee Tosai, Roti Canai, Wan Tan Mee, dan Lo Mie. Day 2 Keliling area kota tua di Georgetown Highlight Cheong Fatt Tze Mansion Penang State of Museum Church of Assumption St. George Church City Hall Fort Cornwallis Rencana kami di hari kedua adalah mengunjungi tempat wisata bersejarah di area kota tua Georgetown. Enaknya di Georgetown bus gratis yang disebut dengan Central Area Transit CAT bus untuk keliling kota. Tujuan pertama kami adalah Cheong Fatt Tze Mansion. Letaknya pas di belakang hotel kami. Mansion ini dulunya adalah rumah dari seorang tokoh berpengaruh di masa abad-19. Cheong Fatt Tze Mansion Ciri khas dari mansion ini adalah warna bangunan yang didominasi dengan warna biru. Cheong Fatt Tze Mansion memiliki gaya arsitektur dan desain interior kebudayaan Cina. Furniturnya juga sebagian besar dikirim langsung dari Cina. Sekarang Cheong Fatt Tze Mansion dijadikan sebagai butik hotel namun tetap bisa dikunjungi pada jam-jam tertentu. Kamu bisa ikutan tur di jam 11 dan 2 siang dengan harga RM 25/orang beli tiket. Selanjutnya kami berjalan ke area kota tua dengan gedung-gedung kolonial. Yang pertama kami temukan adalah Penang State of Museum yang dibuka setiap hari kecuali hari Jumat dan libur nasional. Harga tiket masuknya murah cuma RM 1 saja. Di museum ini kamu bisa mempelajari sejarah Penang mulai dari zaman ketika Bangsa Kolonial Inggris memerintah, sampai penjajahan Jepang pada Perang Dunia II. Court Building Next, ada Court Building atau tempat pengadilan yang sudah ada dari tahun 1808. Kemudian Church of Assumption – St. George Church – City Hall. Kami cuma foto-foto di luar saja. Tujuan terakhir di area kota tua adalah Fort Cornwallis yang merupakan benteng pertahanan yang bertujuan untuk melawan bajak laut, tentara dari Kedah, dan juga Prancis di masa perang Napoleonic. St. George Church Dulu ketika kami ke sana harga tiket masuknya masih murah cuma RM 2, sekarang saya cek lagi harga tiket sudah naik menjadi RM 20 tahun 2020. Sore hari kami cuma jalan-jalan ke Queens Bay Mall sambil menuju view point untuk melihat teluk dan Jembatan Butterworth dari kejauhan. Day 3 Pantai Batu Feringghi – Kuil Kek Lok Si Untuk destinasi yang agak jauh, biasanya bus berangkat dari Terminal Komtar. Awalnya kami berencana ke Botanical Garden terlebih dahulu tapi setelah hampir menungu sejam busnya tidak datang-datang. Jadinya kami memutuskan untuk pergi ke Pantai Batu Feringghi dengan menggunakan bus nomor 101. Lama perjalanan kurang lebih 30 menit saja. Cukup kecewa ketika sampai, cuacanya agak mendung. Pantainya tidak terlalu ramai karena kami datangnya kepagian. Kata penjaga pantai biasanya ramai pas malam. Di sini juga bisa main jetski dan banana boat. Pantai Batu Feringghi Tidak terlalu lama di pantai, kami naik bus ke Stesen Tanjung Bungah untuk ngambil bus ke Kuil Kek Lok Si. Ternyata salah! Google Maps nyebutin bisa ke Kek Lok Si dengan bus nomor 501 dari Stasiun Tanjung Bungah. Setelah sampai di sana ternyata bus nya salah, harus naik bus nomor 502 dan bukan dari Tanjung Bungah. Kami harus naik bus menuju Balik Pulau dan busnya berasa kayak naik roller coaster. Bus melaju kencang di jalanan yang berkelok-kelok. Hanya 15 menit tapi berasa seperti sejam, kalau lebih lama saya bisa muntah kali. Sampai di Stasiun Balik Pulau, kami naik bus no 502 ke Kuil Kek Lok Si yang terletak di area Air Itam. Tidak sia-sia kami mengalami perjalanan yang sulit, Kuil Kek Lok Si benar-benar wow! Kuil Kek Lok Si Dari pintu masuk harus naik tangga yang melewati toko-toko suvenir untuk menuju ke kuil utama. Harus dilanjutkan lagi dengan semacam lift seharga RM 2 satu arah untuk menuju bagian atas kuil. Kompleks kuil Buddhist ini memiliki beberapa ruang berdoa, biara, dan juga taman. Di area paling tinggi ada Patung Dewi Kwan Im raksasa. Puas mengelilingi Kuil Kek Lok Si, kami kembali ke Komtar dengan menggunakan bus nomor 101. Day 4 Pinang Peranakan Mansion Di hari terakhir kami masih punya cukup banyak waktu karena pesawat pulang ke Jakarta berangkatnya malam hari. Jadinya kamu masih sempat berkunjung ke Pinang Peranakan Mansion. Istilah “Peranakan” diberikan kepada keturunan yang memiliki darah campuran Cina dan Melayu. Sebutan lainnya adalah Baba – Nyonya. Saat ini Pinang Peranakan Mansion merupakan sebuah museum dengan koleksi peninggalan lebih dari 1,000 benda seperti perhiasan, perabotan kayu, dan juga barang pecah belah yang diimpor dari Eropa. Harga tiket masuk Pinang Peranakan Mansion adalah RM 20. Untuk kesini kamu bisa bus gratis. Jujur saya terpesona dengan barang-barang antik dan mewah yang dipajang di museum ini. Koleksi perhiasanFurnitur di Pinang Peranakan Mansion Tips liburan ke Penang Beberapa tips yang mungkin membantu kamu jika ingin berlibur ke Penang. Saya sarankan menginap di area Komtar agar lebih gampang ke mana-mana. Cara menuju area Komtar dari bandara adalah dengan menggunakan bus no 401, 401A and 401E 1 jam. Di airport ada peta dan panduan tentang tempat wisata populer di Penang. Ambil saja karena ada informasi rute bus juga jadi sangat membantu. Kamu bisa beli kartu SIM dengan kuota 15 GB dengan masa berlaku selama 7 hari yang bisa diambil di bandara. Harganya cuma RM 25 saja. Klik di sini untuk membeli kartu SIM. Di sekitar Kota Tua Georgetown kamu bisa naik bus gratis yang bernama CAT bus. Bus ini beroperasi dari jam 6 pagi – malam dengan frekuensi setiap 20 – 30 menit. Harga tiket rapid bus untuk tujuan seperti Batu Feringghi atau Kuil Kek Lok Si berkisar antara RM – RM Untuk menuju Kuil Kek Lok Si sebaiknya menggunakan bus nomor 203 atau 204 dari Komtar, kecuali kalau mau naik roller coaster seperti saya, hehe. Ada juga tempat wisata lain bernama Penang Hill. Saya dan teman-teman tidak ke sana. Di sini kamu bisa melihat pemandangan kota dari atas bukit. Kunjungi juga Penang Art Street untuk berfoto bersama mural-mural lucu. Penang terkenal dengan makanannya yang enak-enak. Kamu bisa nyari makan di sekitar Jalan Lebuh Chulia. Banyak makanan India dan Chinese food. Kalau sekalian mau main ke Kuala Lumpur juga kamu bisa baca itinerary liburan ke Kuala Lumpur selama 3 hari 2 malam dan juga rekomendasi tempat wisata di Kuala Lumpur yang bisa kamu kunjungi. Punya contoh itinerary liburan ke Penang yang berbeda? Boleh tinggalkan di kolom komentar ya. [mc4wp_form id=”580″] Nonanomad bekerjasama dengan partner lain melalui program afiliasi. Yang berarti jika kamu booking melalui link di artikel ini, Nonanomad akan mendapat komisi tanpa kamu harus membayar lebih. Nah, dengan cara ini kami dapat terus menulis artikel tentang traveling. Jika artikel ini bermanfaat tolong di share ya di sosmed kamu. Menggunakan foto atau gambar dari situs ini diperbolehkan, asalkan sertakan juga ya link back ke situs Nonanomad. Terima kasih. Post Views 1,957 I spent literally years creating the perfect Malaysia itinerary. A pair of aborted visits in 2010 and 2016 preceded my first serious trip to the country in 2017 so that by the time I finally gave Malaysia the attention it deserved, I was practically an expert on the country. Subsequent trips in the early 2020s have further deepened my understanding. Indeed, I’ve been back so many times since my “big” trip, which saw me spend about 2 weeks in Malaysia—I’m so excited to share what I’ve learned. Without getting too far ahead of myself, I’d say Malaysia is simultaneously the most underrated country in Southeast Asia and the one I’m glad I waited until my 30s to truly visit. What I’m about to share with you will not only be a celebration of beautiful places in Malaysia, nor a compendium of practical travel advice, but an engaging near-decade of travel stories that will help you quickly understand Malaysia—and take your own trip that I hope is even better than all of mine. Contents Malaysia Visas Kuala Lumpur Penang Cameron Highlands Sabah Sarawak A Bit of Everything The Big 3 Best of Borneo Practical Matters When to Visit Malaysia Like much of the rest of Southeast Asia, Malaysia has a wet season and a dry season. Unfortunately, since Malaysia is more geographically spread out than, say, Thailand, demarcating each of these seasons they’re different on the peninsula, for example, than they are on Borneo isn’t an easy matter. For example, while June is the best month to explore the jungles of Sarawak, it’s the wettest month in Kuala Lumpur. No matter when you end up executing this itinerary, Malaysia will probably “gift” you with some rain, even if it’s technically a good time to visit. Where to Stay in Malaysia Whether you stay 1 week in Malaysia or an entire month, Malaysia is one of the cheapest places in the world to stay in nice hotels, be they five-star properties such as the Majestic in Kuala Lumpur, or boutique properties such as Noordin Mews in Penang and the Ranee Boutique Suites in Kuching. On the other hand, if you happen to be traveling on a budget, hostels and budget hotels throughout Malaysia are dirt cheap, even compared to many neighboring countries. As far as I’m concerned, some of the best hotels in Malaysia are also the most affordable, which is good if your answer for how long to stay in Malaysia is “a long time.” How to Get Around Malaysia Malaysia has probably the second-best infrastructure in Southeast Asia, after Singapore, which means that getting around is easy. For long distances, flights on Malaysia Airlines or AirAsia are fast and relatively economical, although buses are sometimes the only option, such as to the Cameron Highlands, which doesn’t have its own airport. Within cities and I do mean almost every large Malaysian city, as of March 2017, Uber is the way to go. You can even use Uber as transport for day trips, such as to Penang National Park outside of George Town. Money, Costs and Communication Malaysia uses the Malaysian ringgit MYR, whose value has been low the past several years against major currencies, including the USD, EUR and GBP. As a result, travel in Malaysia is cheap—budget travelers should easily be able to stay under 50 USD per person, per day, while a relatively luxurious standard is accessible at around 100 USD per person, per day, for food, lodging and transport. Wi-Fi is prevalent in Malaysia but, I’m sad to report, is among the slowest I’ve experienced mobile internet is much faster and is very cheap, not to mention easy to get. In fact, you can buy a Malaysia SIM card kit at any 7-11 in the country! Malaysia Visas The great news? Travelers with most nationalities qualify for visa-exempt entry to Malaysia, with countries like the US and UK enjoying a generous allowance of 90 days upon arrival. The good news? If you don’t, it’s easy to apply for and receive a single entry visa for Malaysia at your nearest Malaysian embassy or consulate. Places to See in Malaysia Kuala Lumpur Prior to 2017, Kuala Lumpur was the only place I’d seen in Malaysia, and I hadn’t even really seen it if I’m being honest. In fact, it was the amazing time I had in KL as it’s known in early 2017 that motivated me to plan my Malaysia 2 week itinerary, instead of continuing to Chinas Yunnan province as I’d originally intended. My favorite thing about Kuala Lumpur is how eclectic it is, whether you explore ethnic neighborhoods like Petaling Street Chinatown or Little India, make exotic day trips to stunning Batu Caves, colonial Malacca or regal Putrajaya, revel at the base of the Petronas Twin Towers or look onto them from the greenery of the KL Bird Park or majestic Merdeka Square. Penang When most tourists say “Penang” what they actually mean is George Town, the historical and beautiful capital city of Penang, a massive island and a good-sized chunk of the mainland! that is Malaysia’s only Chinese-majority state. George Town embodies the same sort of eclecticism as KL, and while there are a few skyscrapers, its claim to fame is less about tall buildings and more about old ones. But George Town’s UNESCO World Heritage Site, which includes dozens of religious monuments, the Clan Jetties and the Cheong Fatt Tze “Blue Mansion,” is only the beginning of this cauldron of charm in the middle of your Malaysia 1 week itinerary. George Town is famous for street food oyster omelettes, for example, and spicy laksa soup and street art, although I wasn’t too enamored by the latter. While Penang’s beaches aren’t great, jungle trekking in nearby Penang National Park is enjoyable. Meanwhile, enjoy a stunning panorama of George Town from Penang Hill. Cameron Highlands Malaysia’s tea-producing region, the Cameron Highlands, sits roughly halfway between Kuala Lumpur and Penang as you make your way north up the Malaysian peninsula. The tea plantations here are beautiful and idyllic, and proved to be among the most scenic photo spots in all of my two weeks in Malaysia. On the other hand, the two principal cities of this region are rather busy and grey, which makes spending more than a couple of days here a frustrating experience, if you’re looking for relaxation that is. To be sure, while there are some non-tea activities here—namely visiting strawberry farms and rose gardens—tea is the beginning and end of why you’re likely to come to the Cameron Highlands. Sabah The furthest east portion of Malaysian Borneo, Sabah consists of the city of Kota Kinabalu, Mount Kinabalu and a number of jungle and beach destinations of dazzling beauty. In spite of this seeming tourism treasure trove, on paper, Sabah was by far my least favorite part of my Malaysia itinerary, for reasons I will explain in future posts I’ll link them here when complete. To be sure, while the group of islands near the town of Semporna are absolutely stunning, the mechanics of traveling there are chaotic, a fact compounded by the incompetence of the governmental authority that controls permitting for the region. Likewise, while Kota Kinabalu has some charms, it’s grey and industrial in a way that almost cancels out the natural majesty around it. Sarawak On the other hand, Sarawak was probably my single favorite destination in Malaysia. This began and ended with the awesomeness of Kuching, a charming, clean and green city nestled along the banks of the Sarawak River, but also had a great deal to do with the other attractions of the state, not to mention the proximity to Kuching. For example, while the day trips I took in Sabah required expensive taxi rides and even flights, I was able to take Uber to visit Semenggoh Nature Reserve, home to a population of wild orangutans that are being rehabilitated, and to Bako National Park, where you can take half- and full-day hikes that feel way farther from the city than they are. For these reasons, Sarawak is not only a great place to visit, but the perfect destination to end your two weeks in Malaysia itinerary. Other Malaysia Destinations Or, look back at your planned Malaysia itinerary and add some other places in. For example, the city of Kuala Terengganu on peninsular Malaysia’s east coast, which is usually the gateway to the Perhentian Islands but is also home to the unique Crystal Mosque. Other places to visit if you want to discover more of Malaysia include Langkawi island which is near Penang, and even closer to Thailand, the very rural parts of Sarawak including Bario where my dear friend Lilian is from and even an excursion to the controversial sultanate of Brunei. Magnificent Malaysia Itinerary Examples A Bit of Everything If the majority of this post has appealed to you, then you might want to follow closely in the footsteps of my “big” Malaysia trip 2-3 days in Kuala Lumpur 1-2 days in the Cameron Highlands 2-3 days in Penang 1 night in Kuala Terennganu 2-3 days in Sabah 2-3 days in Sarawak Note that while it took me about two weeks to string together these Malaysia destinations, I moved at a much faster pace than the average traveler. The Big 3 Don’t have time for a 2 week Malaysia itinerary? Don’t worry! With a week in Malaysia, you can see the following highlights 2-3 days in Kuala Lumpur 1-2 days in the Cameron Highlands 2-3 days in Penang The best part? If you have a shorter time, you can always subtract one of these, while a longer trip allows you to extent your stay in KL or Penang. Best of Borneo Borneo is my favorite part of Malaysia, in spite of how unfavorably my Malaysian friends described it. Focus on Borneo by structuring your trip as follows 1-2 days in Kota Kinabalu 2-3 days in Semporna 2-3 days in Kuching 2-3 days in Miri/Bario As I alluded to earlier in this Malaysia itinerary, you could also use this trip as an opportunity to visit Brunei, if you’re curious and not afraid for your life. Slow Malaysia Travel If you’re less concerned about specific places to see in Malaysia and more concerned about the quality of your trip, consider taking a trip in the vein of the following 3-5 days in the Cameron Higlands 3-5 days in Penang or Langkawi 3-5 days in Miri/Bario and/or Semporna 3-5 days in Kuala Lumpur Time not an issue? Feel free to double or even triple my suggested durations! How Long Should You Spend in Malaysia? As you’ll understand very well by now, there’s far more Malaysia sightseeing than first meets the eye. Even if you simply travel between cities, tea fields and rainforests, the two-week figure I floated earlier is a bare-minimum number, as far as I’m concerned. To put it another way, two weeks in Malaysia is advisable primarily if you take advantage of my Travel Coaching service, wherein I plan a custom itinerary for you. Well, at least if you plan to take a comprehensive trip. As for as how long to stay in Malaysia, you can see Malaysia in a week, for example, if you visit plan to visit KL, Penang and the Cameron Highlands. Conversely, if you plan to dig even more deeply into secondary and tertiary destinations than I did for instance the Perhentian Islands off Kuala Teregganu, or tiny Bario in Sarawak, a month in Malaysia or even longer might be a better choice than one week in Malaysia. Other Malaysia Travel FAQ Is Malaysia worth visiting? Malaysia is absolutely worth visiting! Whether for the alluring mix of cultures in Kuala Lumpur, the relaxing greenery of Cameron Highlands, the Chinese cuisine of Penang or the wildness of Sabah and Sarawak in Borneo, Malaysia is truly Asia, just as the country’s official marketing slogan suggests. How much should I budget for a trip to Malaysia? I generally recommend travelers budget between 25-100 USD per person, per day in Malaysia, not including flights to and from the country. If you spend two weeks in Malaysia, for example, this would amount to a cost of between 350-1,400 per person, depending on whether you’re a backpacker or a bougey boutique hotel traveler. Is Malaysia cheaper than Thailand? Although certain things in Malaysia are cheaper than in Thailand namely accommodation and street food, I find the cost of traveling in both countries ends up being about the same when all is said and done. Read my articles “Is Thailand Cheap?” and “Is Malaysia Expensive?” for more insight. The Bottom Line This Malaysia itinerary was literally years—no, almost a decade—in the making. And while it’s based largely off my own personal experiences, I do believe the destinations and experiences contained within it make a solid bedrock for any Malaysia trip. Start in KL and spend a week on the peninsula, or double your length of time in Malaysia and venture over to Borneo island. No matter where you go in Malaysia or how long you spend there, I have a feeling you’re going to be as impressed and enchanted as I am every time—Malaysia is truly Asia!

itinerary malaysia 4 hari 3 malam 2018